Beberapa Resolusi 2016: Suatu Kesadaran Reflektif

635845200979031950-1693487873_2016yay
http://theodysseyonline.com/marist/16-things-look-forward-2016/231298

PENDAHULUAN

Setiap pergantian tahun, beberapa di antara kita membuat yang namanya resolusi agar bisa menjalani tahun yang baru dengan harapan yang lebih baik. Saking terlalu seringnya kita membuat resolusi di tiap tahun, terkadang resolusi ini dipandang dengan skeptik dan terkesan membuang-buang waktu toh nanti tidak dijalankan juga.

 

Pandangan skeptik ini kemudian mempengaruhi usaha kita dalam mencapai resolusi yang sudah kita buat, hasil akhirnya kita berpikir bahwa resolusi, harapan dan mimpi di tahun yang baru adalah sia-sia belaka. Bahaya!

Haruskah kita menyerah? Pada titik ini, saat kita menyerah maka kita kehilangan kebahagiaan. Pada titik ini saat kita putus asa untuk mencapai hal-hal yang ideal, kita berhenti bermimpi dan berharap. Bagaimana mungkin suatu keadaan akan lebih baik jika kita berhenti bermimpi dan berusaha?

Memasuki 2016, saya lebih banyak melakukan refleksi atas hidup saya dan pada akhirnya saya menemukan beberapa hal penting yang akan menjadi fondasi hidup saya di tahun 2016.

  • MIMPI

Waktu kecil, ayah saya selalu mengajarkan saya untuk memiliki mimpi. Kata beliau mimpi itu akan membuat saya bisa menjadi orang yang hebat, mimpi itu gratis dan menyenangkan. Namun saat beranjak dewasa dengan makin banyaknya problem, saya kemudian menyadari bahwa mimpi hanyalah mimpi. Tidak nyata. Yang paling menyakitkan adalah kenyataan hidup yang tidak se-nikmat mimpi. Banyak problem, banyak kekecewaan dan hal itu menyakitkan.

Fakta bahwa dalam kenyataan hidup, kita mengalami berbagai macam masalah tidak kemudian mengharuskan kita menyerah untuk mencapai mimpi atau hal-hal yang ideal. Beberapa teman-teman saya terkadang dengan nada yang mengolok sering mengatakan, ‘Volta, kamu terlalu idealis cobalah untuk realistis.’ Begitu kata mereka.

Saya menyadari bahwa mimpi atau hal-hal yang ideal itu sangat susah untuk dicapai makanya saya berusaha melatih diri untuk berusaha dan bukan hidup hanya dalam kenyataan tanpa mau bermimpi. Hidup pragmatis dan hanya melakukan apa yang disuruh. Inilah pentingnya mimpi, dia tidak saja merupakan bunga tidur namun merupakan peta yang akan membantu atau menuntun kita namun usaha diperlukan. Punyalah mimpi. Oleh karena itu saya mau banyak bermimpi di tahun 2016 karena semakin banyak saya bermimpi semakin saya sadar bahwa saya harus berusaha dan tidak menjadi manusia mekanis-pragmatis dalam menjalani hidup.

  • HUBUNGAN
886209_10154482530336562_5655121784081767198_o
Joe Hisaishi FB Page

Semua kita sebagai manusia sosial butuh yang namanya hubungan. Kita butuh untuk bisa terkoneksi satu sama lain. Hubungan juga menjadi salah satu aspek penting yang saya teliti dalam kebahagiaan. Robert Waldinger, seorang Psikolog asal Harvard pernah mengatakan bahwa hubungan (relationship) yang baik tidak saja  dapat melindungi fungsi tubuh namun juga memaksimalkan cara kerja otak.

Dalam jaman sosial-media seperti saat ini dimana kebutuhan terhadap hubungan semakin tinggi dengan adanya beberapa aplikasi yang dapat membantu manusia dengan mudah dan cepat bisa berhubungan dengan satu kali ‘klik’, merupakan indikator bahwa konsep hubungan menjadi kebutuhan manusia dalam mewujudkan eksistensinya. Hanya saja fenomena yang kita temukan dalam dunia nyata adalah bahwa kesadaran akan hubungan antara satu sama lain diganti dengan situs-situs sosial yang notabene tidak menyertakan emosi, dialog antarmuka, sentuhan dan kepekaan. Bukankah hubungan yang baik membutuhkan itu semua?

Jaman sekarang orang lebih mementingkan kecepatan dalam membangun hubungan padahal hubungan membutuhkan kualitas dan proses yang membutuhkan waktu.

Permasalahan lain dalam hubungan adalah makna hubungan telah di definisikan secara keliru (hanya) pada hubungan romantis antar pasangan sehingga mereka yang belum memiliki pasangan tidak bisa masuk dalam kategori bahagia. Tidak, hubungan tidak berbicara mengenai sudah memiliki pasangan atau belum, tapi hubungan berbicara mengenai sejauh mana keberadaan kita sebagai manusia memiliki nilai guna bagi manusia lain.

Tahun 2016 membuat saya memutuskan untuk selalu membangun hubungan baik dengan semua orang. Hubungan yang melampaui label-label suku, jenis kelamin, agama dan ras. Dalam proses membangun hubungan ini tentu tidak mudah, akan ada banyak tantangan namun tantangan-tantangan ini harus dilihat sebagai bagian dari proses untuk menjadi lebih baik.

  • SINERGI

Kita terlahir sebagai seroang individu. Sebagai pribadi unik yang berbeda dengan orang lain. Namun dalam konteks hidup bersama kita tidak terlepas dari namanya organisasi atau komunitas dimana juga terdapat kelompok-kelompok individu unik lainnya. Seringkali dalam hidup bersama kata ‘sepakat’ mustahil untuk dicapai karena masing-masing kita punya cara berpikir yang berbeda.

Perbedaan-perbedaan ini harusnya membuat kita bisa berpikir untuk mensinergikan perbedaan ide-ide kita dalam konteks hidup bersama. Namun cara berpikir sinergis ini tidak bisa dicapai tanpa adannya kesadaran dan karakter rendah hati. Jika kita mau untuk bisa mencari titik temu perbedaan maka kerendahan hati menjadi faktor utama yang menentukan.

Tahun 2016 merupakan tahun sinergi bagi saya. Secara pribadi saya harus belajar untuk mensinergikan iman dengan rasio, visi dengan misi, pribadi dengan komunitas, ide abstrak dan pragmatis dan kehendak saya dengan kehendak Tuhan.

10255514_10207891117857623_8297768631301422636_o
Bersama Yesaya Sandang, Dosen Filsafat UKSW (Tengah) dan Yodie Hardiyan, Jurnalis Bisnis Indonesia (Kanan).

PENUTUP

Ini adalah beberapa hal yang menjadi resolusi pribadi saya di tahun 2016. Namun sekali pun ini bersifat pribadi, saya berharap anda sebagai pembaca juga dapat menyadari 3 hal penting ini dalam menjalani hidup di tahun 2016. Selamat Tahun baru 2016. IMMANUEL

3 thoughts on “Beberapa Resolusi 2016: Suatu Kesadaran Reflektif

  1. Nice brow. Mantap spirit awal tahunnya.
    Mari lakukan akselerasi di awal tahun ini.
    BTW jadwal beasiswa LPDP 2016 sudah keluar loh.🙂

    Salam,

    Y.S

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s