Takut Untuk Terluka?

1082105247
Sumber gambar

Baru-baru ini  saya bertemu dengan seorang teman. Dalam percakapan kami, dia bercerita mengenai ketakutannya kehilangan orang yang dia sayangi. Orang yang sudah sekitar 7 tahun bersama dengannya melalui suka dan duka kehidupan.

Mendengar ceritanya, saya kemudian bertanya,’Mengapa kamu takut?’ Jawaban dari pertanyaan ini sangat membuat penasaran saya. Teman saya menjawab bahwa dia takut terluka.

FILSAFAT LUKA

Manusia seberapa pun kuat dan berkuasanya dia, memiliki kecenderungan untuk menghindar dari luka. baik luka secara fisik maupun mental. Luka sendiri adalah suatu keadaan hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Definisi tersebut merupakan definisi untuk luka secara fisik. Namun bagaimana dengan luka batin (mental)?

Luka batin merupakan suatu bentuk luka yang dialami oleh seseorang karena hubungannya dengan orang lain (liyan). Luka ini biasanya berbentuk kekecewaan dan sakit hati, pada beberapa kasus, luka batin bisa menyebabkan depresi dan bahkan bunuh diri.

Berbeda dengan luka fisik yang bisa kita lihat, luka batin tidak bisa kita lihat. Dari sini jelaslah bahwa ketakutan teman saya adalah ketakutan bahwa dia harus mengalami luka batin.

Sampai disini wajarlah bahwa kita semua ingin terhindar dari luka. Kenapa? karena luka itu menyakitkan. Namun, kita harus segera sadar bahwa terkadang hal-hal yang menyakitkan merupakan kesempatan untuk kita belajar. Disinilah Luka yang kita alami dalam sepanjang kehidupan kita membantu kita untuk menyadari dan lebih peka tentang hidup.

Pada dasarnya luka ini tidak bisa diobati seorang diri, namun luka batin bisa diobati jika kita (mau) membuka diri dan berhubungan dengan liyan (orang lain). Kenapa? Karena luka batin kebanyakan merupakan luka yang terjadi karena hubungan kita dengan orang lain, sehingga tawaran untuk menyembuhkannya juga harus menyertakan orang lain.

AJAKAN BAHAGIA

Kehidupan tidak saja menawarkan tawa dan kesembuhan melainkan duka dan luka yang menyakitkan. Kita harus mempersiapkan diri untuk aspek-aspek ini. Luka, seberapa pun menyakitkan  untuk didengar apalagi untuk dirasakan, selalu membuat kita belajar untuk menjadi lebih kuat. Dengan keterbukaan terhadap orang lain yang dapat kita percaya, luka batin yang kita alami akan bisa disembuhkan secara perlahan. Itulah proses.

Saya dan anda pernah terluka atau mengalami luka, apapun jenis luka itu. Tapi, bukankah yang terluka yang menyembuhkan?

Mari rayakan keadaan terluka yang kita alami. Selamat terluka, selamat belajar dan selamat menjadi penyembuh bagi sesama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s