Apa yang saya pelajari tentang Cinta

Hidup akan terasa gelap dan hambar tanpa adanya cinta.

Pendapat ini kemudian membuat kita menyimpulkan bahwa Cinta merupakan elemen penting dalam hidup yang sedang kita jalani. Namun kita perlu mengerti bahwa cinta tidak (saja) berbicara tentang perasaan memiliki dan dimiliki. Cinta adalah perasaan agung yang termaktub dalam tindakan nyata yang memiliki nilai guna bagi diri sendiri dan orang lain. Dalam rupanya yang lembut cinta juga  menunjukan eksistensi Allah. Karena cinta selalu berasal dari Allah dan Allah adalah sumber cinta itu sendiri.

Bagi saya, cinta sendiri merupakan suatu proses pembelajaran. Untuk bisa mengembangkan cinta, kita perlu belajar. Lalu apa yang saya sudah pelajari tentang cinta? Berikut adalah beberapa hal yang telah saya pelajari tentang Cinta selama usiah hidup saya.

  • Terkadang Cinta berbicara mengenai melepaskan

Cinta  yang baik adalah cinta yang melepaskan dirinya dari segala macam keterikatan fana. Mata kita seringkali ditutup oleh gambaran imajinatif dari hal-hal yang menganggu kita mencintai dengan baik. Misalnya; kita kehilangan orang yang sudah bersama kita, orang yang kepadanya kita berbagi suka dan duka, tapi pada satu titik karena ketidakmampuan untuk berkomitmen maka kita kehilangan orang tersebut. Dan kita menemukan bahwa orang yang kita sayangi sudah berbagi hatinya dgn orang lain sementara kita merasa sakit akan hal tersebut lalu kita meratapi diri dan tidak bersedia untuk merelakannya.

Percayalah, pada masa-masa ini, Kekecewaan dan sakit yang kita rasakan akan menjadi guru yang baik jika kita mau merelakan dan melepaskan tanpa rasa cemburu dan terluka. Susah, tapi pada titik ini kita akan belajar mengenai cinta yang baik.

  • Cinta berarti ‘melihat apa adanya’

Cinta itu buta. Berapa banyak dari kita yang sudah percaya bahwa kalimat ‘cinta itu buta’ merupakan kebenaran? Tidak, cinta tidak buta bahkan tidak ada yang bisa melihat lebih jelas selain cinta. Mencintai berarti kita melihat seseorang apa adanya, kelebihan dan kekurangannya sebagai manusia. Kita tidak mencintai harapan-harapan yang kita bangun dalam otak kita terhadap orang lain. Kita hanya mencintai orangnya, mencintai manusianya.

  • Mencintai berarti menggunakan logika dan perasaan secara seimbang

Beberapa orang percaya bahwa cinta hanyalah perasaan emosional yang tidak membutuhkan rasio. Cinta adalah buah dari berpikir rasional (secara logis) dan juga kepekaan perasaan. Menyingkirkan salah satu berarti kita sedang mengerdilkan makna agung cinta. Kenyataannya banyak dari kita yang mencintai orang karena didorong oleh perasaan saja tan berpikir lebih mendalam tentang akibat-akibatnya.

  • Cinta adalah perasaan dan pengalaman spiritual

Cinta datang dari Allah dan Allah adalah sumber cinta itu sendiri. Dalam perspektif spiritual Kristen, cinta dan Allah sangat erat hubungannya dan tidak bisa dipisahkan. Jika kita mencintai maka kita akan memasuki perasaan dan pengalaman bersamaNya. Oleh karena itu dalam hubungan cinta, Allah selalu menjadi pusat. Kita tidak bisa mencintai orang lain tanpa mencintai Allah terlebih dahulu namun faktanya bukan kita yang memulai mencintai Allah, melainkan Allah yang bersedia terlebih dahulu mencintai kita agar kita tidak binasa (Yoh 3:16).

Pandangan mengenai cinta yang agung hanya terdapat dalam iman Kristen dan tidak dapat dilihat dalam ajaran agama-agama dunia yang lain. Cinta dalam iman Kristen bersifat unik, karena Allah mencintai dan mengasihi manusia lebih dahulu BUKAN manusia yang dipaksa atau dituntut mencintai Allah (sehingga menjadi aturan yang bersifat legalistik). Dapatkah anda bayangkan, bagaimana Allah yang Agung itu mencintai dengan sangat ciptaanNya yang penuh dosa dan bersedia mati bagi dosa manusia?

 

Lantai 23

8.30 PM

2 thoughts on “Apa yang saya pelajari tentang Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s