Psikologi positif dan The Voice Indonesia

the voce IndonesiaAcara talent show beberapa tahun belakangan sangat digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Ada yang mencoba untuk mengadu nasib dengan mendaftar mengikuti ajang-ajang pencarian bakat tersebut demi menjadi idola baru, ada juga kelompok masyarakat yang puas untuk menikmati lewat layar kaca. Munculnya acara-acara seperti Indonesian idol, X-factor, Indonesia mencari bakat (IMB) dan terakhir adalah The Voice Indonesia, kemudian menjadi salah satu kesempatan untuk mengadu potensi dan kemampuan bahkan mengadu nasib bagi mereka yang ingin menjadi terkenal.

Dari acara-acara pencarian bakat yang saya sebutkan di atas, ada satu yang benar-benar menarik perhatian saya, yaitu, The Voice Indonesia. Kenapa? Dari semua ajang pencarian bakat yang sudah saya sebutkan, agaknya the voice Indonesia lah yang memberi atmosfer positif entah bagi pesertanya maupun bagi penonton.

Jika anda melihat komentar atau feedback yang diberikan oleh para juri di The Voice Indonesia, maka anda akan melihat bagaimana komentar/feedback kepada peserta selalu diberikan dengan cara yang positif dan coba bandingkan hal ini dengan acara pencarian bakat lainnya, dimana menurut saya juri-juri terkadang mencela peserta, tidak bisa memberikan feedback dengan baik bahkan membingungkan peserta dengan saling adu argumen antara juri yang satu dengan yang lain. Dari sudut pandang inilah kemudian saya menarik kesimpulan bahwa The Voice Indonesia menciptakan atmosfer positif dan sekaligus mengaplikasikan psikologi positif.

Positive feedback and self-esteem

Self-esteem adalah penilaian terhadap keberhasilan pribadi melalui apa yang sudah dicapai, hal ini sering berubah sebagai hasil dari interaksi dengan pengalaman. Sederhananya, jika kita mendapatkan pengalaman positif maka self esteem kita akan menjadi tinggi dan kita lebih termotivasi melakukan tugas, begitupun sebaliknya. Apa yang dilakukan oleh para juri di The Voice Indonesia, selain memberikan feedback  dengan cara yang positif kepada peserta, mereka juga meningkatkan self esteem peserta sehingga para peserta bisa termotivasi dan berkembang lebih baik dalam setiap penampilan.

Dalam penelitian yang dilakukan Aronson (1992), ditemukan bahwa jika individu tidak mampu menunjukan potensinya dengan baik dan tidak menjadi maksimal, maka individu tersebut perlu feedback yang positif.  Lebih lanjut, penelitian yang dilakukan oleh Deci (1971),  yang meneliti dua kelompok, kelompok pertama diberi pujian dan feedback positif sedangkan kelompk kedua tidak diberi feedback  positif. Kelompok yang diberi feedback  positif menunjukan peningkatan motivasi intrinsik yang tinggi dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberi feedback  positif. Hal ini menunjukan bahwa dalam feedback yang positif akan membantu orang lain dalam mengembangkan motivasi dan juga potensinya, sama seperti yang dilakukan para juri The Voice Indonesia, maukah anda memberikan feedback  positif pada orang lain?

Referensi

Aronson, E. & Mettee, D. R. (1968). Dishonest behviour as a function of differential levels of induced self-esteem. Journal of Personality, 9, 121-127. In Pervin, L.A.& John, O.P. (2001).(Eds) Personality Theory and Research. John Wiley and Sons.

Deci. E.L. (1971). Effects of externally mediated rewards on intrinsic motivation. Journal of Personality and Social Psychology, 18. In Lepper R, & Greene, D. The Hidden Costs of Reward. Lawrence Erlbaum Associates.

giring_nidji_glenn_fredly_sherina_dan_armand_maulana_coach_jumpa_pers_the_voice_indonesia_studio_5_indosiar_jakarta_25_januari2013_1-20130125-007-bambang

2 thoughts on “Psikologi positif dan The Voice Indonesia

  1. Saya kok nggak pernah berpikir sejauh ini, maksudnya menghubungka talent show dengan psikologi. Padahal menarik.

    Saya pengen ngerti lebih jauh analisismu yang lebih rinci terhadap kata-kata, atau mungkin bahasa, yang digunakan di Voice itu dibandingkan talent show lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s