NTT MEMILIH

Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu propinsi di Indonesia yang dalam beberapa waktu ke depan akan melakukan pemilihan leader (Gubernur dan Wakil Gubernur). Seperti kebanyakan daerah lain di NKRI yang menganut paham demokrasi, maka di NTT  pemilihan gubernur dan wakil gubernur dilakukan dengan memilih secara langsung. Beberapa kandidat cagub dan cawagub sudah menyiapkan strategi masing-masing untuk dipilih menjadi pemimpin NTT.

Tentunya, perbedaan strategi yang disiapkan oleh masing-masing Cagub ini berbeda karena hal tersebut berkaitan dengan visi dan misi mereka yang tentunya berbeda pula. Namun, hal yang paling umum dijumpai dalam pemilihan setiap leader adalah kemampuan persuasi atau kemampuan merayu. Kemampuan persuasi ini termanifestasi dalam perilaku kampanye setiap leader.  ‘Pilih saya, karena sayalah yang terbaik,” “Pilih no 6 karena, kami akan berjuang bersama-sama dengan rakyat”, “pilih kami karena kami akan memberantas korupsi, “ dsb.

Apakah semboyan-semboyan itu penting? Baik, menurut saya semboyan-semboyan dan janji-jani tersebut dapat mempengaruhi kita dalam menentukan pilihan namun hal tersebut bukanlah menjadi yang terpenting karena masih ada hal yang lain yang lebih penting.

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah ada hal lain yang lebih penting daripada semboyan-semboyan tersebut?  Untuk menjawab pertanyaan ini saya akan berikan dua hal yang menurut saya penting untuk dipertimbangkan oleh masyarakat NTT dalam menentukan pilihan terhadap beberapa calon pemimpin.

Visi dan Misi

martin-luther-king
Marthin Luther King, Jr. Gambar diunduh di sini

Menurut definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), visi adalah kemampuan untuk melihat pada inti persoalan, pandangan atau wawasan ke depan, kemampuan untuk merasakan sesuatu yang tidak tampak melalui kehalusan jiwa dan ketajaman penglihatan, apa yang tampak di khayalan dan penglihatan/pengamatan. Itu adalah definisi visi. Sedangkan dalam hal ini definisi misi diartikan sebagai  hal-hal yang terkait dengan pencapaian visi. Saya percaya bahwa visi dan misi setiap calon pemimpin baik dan unik namun hal yang paling mendasar adalah bagaimana mereka mengkomunikasikan visi dan misi tersebut dan menginspirasi banyak orang yang akan memilih mereka.

Simon Sinek, Penulis buku ‘start with why’ dan motivator mengatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam pola komunikasi yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin yang inspiratif seperti Marthin Luther King, Jr, dan Wright bersaudara  dengan kebanyakan orang. Menurutnya perbedaan antara para pemimpin ini adalah pemimpin-pemimpin yang inspiratif mengemukakan ide atau visi/misi mereka dengan komunikasi yang mampu membuat masyrakat bekerja sama dengan mimpi mereka, bersama-sama membanting tulang  untuk mencapai visi mereka. Marthin Luther King, Jr contohnya. King memulai mempengaruhi orang lain dengan menyerukan ‘I have a dream’, saya punya mimpi jika orang kulit hitam dan orang kulit putih akan memiliki kesamaan hak dimata hukum, itulah yang dikatakan oleh pemimpin besar seperti King, Jr padahal kalau mau dilihat King bukanlah satu-satunya orang yang memperjuangkan persamaan sipil.

wrights_big
Wright bersaudara. Gambar diunduh di sini

Selain itu ketika kita mundur beberapa tahun, pada Jaman Wright bersaudara. Wright bersaudara menceritakan mimpi mereka, visi mereka kepada orang-orang bahwa mereka ingin terbang dan orang-orang inilah yang kemudian membantu mewujudkan mimpi mereka, dengan keringat dan air mata sampai pada akhirnya kita bisa menikmati pesawat.

Apa yang terjadi pada Wright bersaudara berbeda dengan Samuel Pierpont Langley. Langley adalah seorang yang mempunyai pengaruh dan mendapat dana 50.000 dolar dari departemen peperangan untuk menciptakan pesawat terbang namun dia gagal mewujudkan mimpinya. Langley gagal karena memiliki motivasi yang salah yaitu ingin menjadi terkenal. Pada saat Wright bersaudara berhasil menemukan pesawat dan menerbangkannya, Langley berhenti dari pekerjaannya karena dia bukan yang pertama. Apa yang dilakukan oleh King, Jr dan Wright bersaudara juga dilakukan oleh Obama pada beberapa tahun ini.

Melihat hal tersebut terbesit pertanyaan : Adakah dari kelima calon pemimpin NTT mengemukakan visi-misi mereka dengan cara yang inspiratif ? Adakah calon pemimpin NTT berpikir untuk mengemukakan visi misi mereka dengan cara yang dilakukan oleh para pemimpin-pemimpin besar yang kemudian mempengaruhi masyarakat untuk bekerja sama dengan mimpi mereka? Ataukah kelima calon ini hanya membuat visi dan misi menjadi suatu persyaratan? Anda yang menentukan saat memilih.

 Situasi traumatik

Beberapa penelitian psikologi mengungkapkan bahwa situasi traumatik merupakan penyebab dari suatu reaksi emosional yang kuat. Situasi traumatik seperti peperangan, bencana alam bahkan dalam konteks NTT masalah pendidikan yang semakin memburuk dapat dikatakan sebagai situasi yang menimbulkan keadaan traumatik. Karena hal ini maka kecenderungan pemilih dalam menentukan pemimpin adalah melihat bahwa apakah pemimpin tersebut dalam program kerjanya dapat menimbulkan rasa aman atau tidak (Britt, 2013).

Lincoln-CGerman-1861
Lincoln. Gambar diunduh di sini

Apa yang dikatakan oleh Britt sebenarnya sudah dilakukan oleh seorang presiden Amerika yaitu Abraham Lincoln. Saat Amerika dilanda oleh perang saudara yang berkepanjangan dan masalah perbudakan, Lincoln muncul sebagai sosok Presiden yang melindungi warga negaranya dengan cara meredakan perang saudara dan mengeluarkan amandemen 13 yang memfasilitasi hak asasi manusia orang-orang yang masuk dalam kategori budak. Lincoln dicintai oleh masyarakat sebagai seorang pemimpin yang memiliki empati.

Baru-baru ini di NTT terjadi bencana alam meletusnya Gunung Rokatenda di Maumere, tanah longsor di Sumba bahkan tawuran pelajar di Kupang. Kejadian-kejadian traumatis seperti ini yang harus dilihat oleh calon pemimpin. Adakah dalam kampanye mereka sebagai calon pemimpin, mereka mengemukakan empati mereka dan apa upaya yang akan mereka lakukan dalam mengatasi situasi traumatik yang terjadi?  Jika ada diantara calon pemimpin NTT yang mengemukakan hal tersebut (mungkin) anda bisa memilih mereka.

Tentunya ada banyak hal yang bisa digunakan untuk menentukan  calon pemimpin seperti apa yang diinginkan oleh mayarakat NTT. Sebagai pembaca, anda bisa menambah kriteria tersebut. Sekarang andalah yang menentukan dan selamat memilih pemimpin NTT.

Referensi:

Britt, D. (2013) The psychology behind voting behaviour. Diunduh dari http://source.southuniversity.edu/the-psychology-behind-voting-behavior-106983.aspx

Sinek, S. (2013, 14 Maret). How great leaders inspire action. Diunduh dari http://www.ted.com/talks/simon_sinek_how_great_leaders_inspire_action.html

7 thoughts on “NTT MEMILIH

  1. Sesungguhnya dlm hidup ini ada satu penyakit lama yg sdh tdk disadari lagi oleh “manusia” yakni “kemerosotan kepekaan” . Kepekaan terhadap “siapa”dirinya…,sesamanya…,Tuhan Allahnya…,dan apa harus diperbuatnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s