Ikmasti: sebuah catatan mengenai tantangan dan harapan

Ikmasti: sebuah catatan mengenai tantangan dan harapan

1. Pendahuluan:

Tulisan ini merupakan pemikiran penulis sebagai suatu bentuk kepedulian terhadap arah perkembangan Ikmasti (Ikatan Keluarga, Mahasiswa, Siswa/i asal Timor di Salatiga) sebagai suatu perkumpulan etnis yang ada di Salatiga. Dalam tulisan ini penulis akan menulis beberapa tantangan yang harus dijawab oleh Ikmasti sebagai suatu komunitas etnis di masa mendatang.

2. Makrab: Tantangan Ikmasti dalam menumbuhkan rasa saling memiliki.

Makrab atau biasa disebut dengan malam keakraban merupakan suatu moment atau saat dimana elemen-elemen yang ada dalam Ikmasti (keluarga, mahasiswa,siswa dan siswi) mengakrabkan diri. Akrab sendiri berarti menjadi lebih dekat satu sama lain dimana keluarga (orang tua) menjadi lebih dekat dengan anak-anaknya, kakak menjadi lebih dekat dengan adik, adik menjadi lebih dekat dengan kakak, mahasiswa/i menjadi lebih dekat dengan siswa/i dan sebagainya.

Dalam mendekatkan satu sama lain maka yang diperlukan bukan saja dalam tataran pengenalan namun suatu bentuk relasi emosional positif dimana menyertakan kepekaan dan rasa memiliki antara satu dengan yang lain. Kurangnya acara-acara dalam malam keakraban yang melibatkan relasi emosional ini yang sangat disayangkan terjadi secara terus-menerus seakan jatuh dalam lubang yang sama. Format acara-acara di malam keakraban Ikmasti masih menganut paham ‘itu lagi-itu lagi’ seakan tahun-tahun yang lalu merupakan patokan baku dalam membuat acara makrab sehingga acara-acara makrab di tahun lalu dan tahun sekarang sama dan yang membedakan hanya tahunnya saja.

Apa buktinya?

Secara pribadi saya tidak melihat adanya perubahan signifikan antara format acara makrab tahun lalu (2011) dengan makrab tahun ini (2012). Ada games, ada nasehat dari orang tua Ikmasti, ada ibadah, ada makan-makan dan ada dugem (joget bersama)

lalu apakah acara-acara tersebut salah?

Tidak, hanya saja saya berpikir bagaimana dalam setiap games yang dimainkan dengan keterlibatan adik-adik, panitia, kakak-kakak kemudian diinternalisasikan kepada kehidupan ber-Ikmasti dan saya masih sangat berharap bahwa acara makrab ­games-gamesnya bukan saja melibatkan kakak-adik tapi orang tua. Dari keterlibatan inilah ditambah dengan pemaparan makna kekeluargaan dalam setiap games yang dimainkan maka akan tumbuh rasa saling memiliki dan kepekaan antara satu dengan yang lain nah, kalau dua hal tersebut sudah tumbuh maka kedekatan emosional pun akan terbangun.

Selain itu, peran dan keberadaan orang tua sangat penting dan merupakan bagian sejarah atau saksi sejarah dari terbentuknya Ikmasti, untuk itu dalam acara makrab orang tua tidak saja diberikan waktu untuk memberikan nasehat tapi juga berbicara mengenai  sejarah Ikmasti kepada para peserta makrab. Hal ini sebenarnya sudah dilakukan di makrab tahun-tahun sebelumnya tapi dalam makrab tahun ini (2012) pemaparan sejarah Ikmasti tidak terfasilitasi.

Kenapa pemaparan sejarah Ikmasti penting?

Ingat sekali lagi, Ikmasti ADA karena rasa saling memiliki antara anggota-anggotanya dan spirit inilah yang saya dapatkan ketika saya mendengar pemaparan sejarah Ikmasti saat makrab dan menurut hemat saya bahwa relasi emosional yang positif akan terbangun kalau ada rasa saling memiliki antar anggota-anggotanya.

Dan yang selalu menjadi catatan serta tantangan buat Ikmasti adalah menumbuhkan kembali rasa saling memiliki antara satu dengan yang lainnya. Tantangan ini sudah ada sejak pertama kali Ikmasti hadir dan akan terus ada dalam setiap perjalanan Ikmasti kedepannya dan bagaimana kita akan menjawab tantangan ini adalah dengan bersikap serta berpikir kreatif sehingga setiap acara dalam makrab harus menjawab tantangan ini disamping tantangan-tantangan yang lain.

Hilangnya komponen rasa saling memiliki dalam setiap format acara di makrab  ini kemudian berubah menjadi timbulnya rasa memiliki ‘dugem’ sehingga seolah-olah setiap hasrat atau keingingan semua orang datang ke malam keakraban hanya untuk bergoyang dan berjoget dan menganggap bahwa acara puncak dari rangkaian makrab Ikmasti adalah dugem. Pada dasarnya kegiatan berjoget bersama ini bukan merupakan hal yang buruk , jujur secara pribadi saya juga menikmatinya namun jika acara-acara makrab hanya di fokuskan pada dugemnya saja maka makna malam keakraban akan kehilangan arti. Bukankah begitu?

Oleh karena itu setiap kita perlu memikirkan format mengenai acara makrab yang lebih kreatif dan menjawab kebutuhan rasa memiliki sehingga acara makrab tahun-tahun berikutnya tidak “itu lagi – itu lagi”.

3. Pendataan anggota

Tantangan berikutnya adalah pendataan anggota-anggota Ikmasti. Problem ini merupakan problem yang seringkali tidak ditangani dengan serius dan akibat dari hal ini adalah proses penyampaian informasi dan komunikasi menjadi tidak jelas dalam artian kepada siapa dan kemana (Ikmasti) akan memberi informasi.

Pertanyaan yang akan muncul dalam tantangan ini adalah bagaimana caranya mendata anggota Ikmasti?

Salah satu strategi yang baik dan cukup efektif adalah dengan membentuk korwil (koordinator wilayah) di tiap-tiap wilayah. Fungsi dari Korwil-korwil ini adalah menyampaikan informasi semacam kegiatan atau hal-hal yang perlu diketahui oleh semua anggota Ikmasti. Pada dasarnya fungsi korwil ini tidak terpaku pada fungsi pendataan, menyampaikan informasi dan berita atau mengkoordinir anggota-anggotanya tapi bisa juga melakukan kegiatan-kegiatan  semacam diskusi  pada tiap-tiap korwil dan bisa juga ibadah per korwil sehingga Badan Pengurus Ikmasti atau seksi kerohanian tidak berkeluh-kesah dengan jumlah anggota Ikmasti yang sedikit jika ada ibadah Ikmasti.

Dengan aktifnya korwil-korwil tersebut BPH  (Badan Pengurus Harian) Ikmasti bisa lebih mudah mengontrol dan melihat perkembangan anggota-anggota Ikmasti per korwil. Adanya korwil-korwil juga bisa membantu BPH Ikmasti dalam membuat kegiatan yang lebih kreatif, misalnya: lomba vokal grup per korwil, karya tulis per korwil, olahraga per korwil, dll. Sebagai catatan hal ini pernah dilakukan pada tahun 2008 namun di tahun-tahun selanjutnya tidak diperhatikan. Sayang sekali.

4. Pemanfaatan social networking

Sebagai suatu komunitas yang sudah ada sejak lama dan selalu mengikuti perkembangan jaman maka mustahil jika Ikmasti menarik diri dari perkembangan informasi modern. Berkembangnya social networking  seperti: blog, twitter, facebook, google+, dan sebagainya memungkinkan semua orang di belahan dunia bagian lain dapat mengetahui informasi yang ingin kita bagikan. Hal yang baik telah dimulai oleh Ikmasti ketika memiliki grup facebook sehingga beberapa anggota bisa membagikan informasi dan bertukar pikiran namun menurut pemikiran penulis, Ikmasti perlu mengupayakan aktifnya kembali website dan (mungkin) adanya twitter sehingga kita bisa share kegiatan kepada masyarakat di bumi Flobamora, mengingat jumlah populasi yang mengakses social networking ini semakin banyak.

Tantangan dari hal ini adalah konsistensi agar bisa terus mengolah dan membagikan informasi sehingga peran admin yang mengelola social networking dan website Ikmasti sangatlah penting. Mengingat kemungkinan besar admin adalah student yang juga memiliki tanggung jawab akademis maka tidak perlu 24 jam ada di depan monitor oleh karena itu harus dipikirkan mekanisme untuk update  informasi-informasi Ikmasti, jadwal dan sebagainya.

5. Penutup

Beberapa poin yang telah penulis sampaikan adalah hal-hal yang (menurut penulis) penting untuk disampaikan dan juga (mungkin bisa digunakan) sebagai masukan buat badan pengurus harian Ikmasti yang baru. Melalu tulisan ini penulis juga  berharap Ikmasti sebagai suatu komunitas persaudaraan kiranya dapat terus menjalankan  dan memperkuat hubungan antara keluarga-mahasiswa-dan siswa/i. ada baiknya jika tulisan ini bisa menimbulkan kegiatan bertukar pikiran (diskusi) lebih lanjut. Terima kasih basodara dong semua

Voltaire Talo

Dengan basodara Ikmasti 2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s