GOOD MOVIE GOOD BRAIN

Kisah mengenai manusia yang mengalami keterbatasan fisik ataupun mental sangat menarik untuk difilmkan. Tidak jarang beberapa film yang ber-genre drama ataupun biography mengangkat kisah tersebut dan  sangat inspiratif bagi siapa pun yang menontonnya. Beberapa film yang memperlihatkan pergumulan orang-orang yang mengalami keterbatasan fisik dan mental bahkan sangat sukses dan memenangi beberapa penghargaan, apalagi jika film tersebut diangkat dari kisah nyata.

Kesuksesan film-film ini tidak terlepas dari suguhan akting pemerannya. Dengan bakat dan talenta yang dimiliki, mereka yang  tergolong ‘normal’  kemudian dipaksa untuk memerankan individu ‘abnormal’, hal ini lazim dalam dunia perfilman, dimana tuntutan untuk memerankan karakter atau tokoh sangat penting dan berpengaruh pada film yang akan diproduksi tersebut. Namun, tentunya tidak semua bintang film bisa memerankan karakter orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik atau mental, disinilah sang sutradara harus pintar-pintar untuk memilih bintang film yang dapat tampil dengan luar biasa.

Forrest Gump

Dalam pengamatan saya sebagai seorang penikmat film, ada beberapa bintang film yang berhasil memerankan tokoh-tokoh yang memiliki keterbatasan dan bisa dikatakan peran mereka sempurna. Sebut saja Tom Hanks yang berperan sebagai Forrest Gump dalam film Forrest Gump (1994), ia harus berperan sebagai seorang pria dengan IQ 75. Film arahan Robert Zemeckis ini berhasil meraih 6 penghargaan Oscar, dimana Hanks terpilih menjadi aktor terbaik.

Salah satu aktor lain yang penampilannya luar biasa dalam memerankan individu yang mengalami retardasi mental adalah Sean Penn. Penn berperan sebagai Sam Dawson dalam film I am Sam (2001). Meskipun, film ini tidak memenangi Oscar tapi penampilan Penn sebagai Sam mengantarkannya masuk dalam nominasi pemeran utama terbaik. Konflik emosional seorang ayah yang memiliki tingkat kecerdasan layaknya anak berumur 7 tahun ini digambarkan dengan baik oleh Penn.

Sam

Namun, kita tidak saja stop pada dua nama besar di atas. Secara pribadi saya sangat terpukau dengan penampilan Dustin Hoffman dalam Rain Man (1998). Sebelumnya saya tidak menyangka Hoffman bisa berperan sebagai Raymond Babbit, seorang penderita autis savant (bentuk autis, dimana penderita autis jenis ini memiliki talenta yang luar biasa). Alhasil, film ini mengantarkan Hoffman dan sang sutradara meraih penghargaan Oscar sebagai pemeran utama dan sutradara terbaik.

Dustin Hoffman as Raymond and Tom Cruise as Charlie

Beberapa hari yang lalu saya menonton film My Left Foot: The Story of Christy Brown (1989).  Film ini diperankan oleh Daniel Day-Lewis sebagai Christy Brown. Christy Brown adalah seorang penderita Cerebral Palsy, sebuah kelainan yang menyebabkan penderitanya tidak dapat mengendalikan anggota tubuhnya, dan dalam kasus ini hanya kaki kiri Christy Brown-lah yang berfungsi normal. Dengan semangat dan dukungan keluarga, Christy berhasil menjadi seorang penulis dan pelukis yang karya-karyanya dibuat dengan menggunakan kaki kirinya. Bagi saya Daniel Day-Lewis memerankan sosok Christy Brown dengan sangat luar biasa dan berhasil menggoyangkan keyakinan saya bahwa Hanks, Penn dan Hoffman saja yang ahli dalam memerankan individu yang memiliki keterbatasan. Menurut saya keunggulan dari film ini adalah karena based on true story sehingga penonton bisa dengan emosional melihat perjuangan dan pergumulan Christy Brown.

Christy Brown

Tom Hanks, Sean Penn ,Dustin Hoffman, Daniel Day-Lewis merupakan deretan aktor Hollywood yang dapat memerankan dengan baik orang-orang yang mengalami keterbelakangan mental dan cacat fisik. Bagaimana dengan bintang film Indonesia, apakah ada yang bisa memerankan orang-orang yang memiliki keterbatasan mental dan fisik dengan baik seperti mereka? Atau malah aktor-aktris negeri ini hanya mampu berperan sebagai orang normal dalam sinetron-sinetron yang banyak distorsi kognitifnya?

Pesan: untuk teman-teman Fakultas Psikologi, ada baiknya melihat film-film tersebut sehingga lebih mengetahui pergumulan mereka yang selama ini kita diagnosis (menurut alat ukur) sebagai abnormal.

GOOD MOVIE GOOD BRAIN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s