Renungan Natal: 3 Orang bijak?

3 orang bijak

Semenjak kecil, cerita mengenai 3 orang majus sudah akrab di telinga kita. Saya teringat ketika dulu sering mengikuti kegiatan di gereja dan menjelang natal selalu ada lomba CCA (cerdas-cermat alkitab), pertanyaan-pertanyaan mengenai kelahiran Yesus pun seakan-akan ‘berlomba’ untuk selalu ada dalam kertas soal. Yesus lahir dimana? Siapa ibu Yesus? Ayah Yesus? Tempat Yesus lahir? Persembahan apa saja yang dibawa orang majus? Pertanyaan-pertanyaan ini ketika ditanyakan pada kita sekarang pastilah dengan mudah akan kita jawab.

Ketika merenungkan kembali mengenai natal, saya jadi ingin menulis mengenai orang majus. Lalu, pertanyaan yang muncul dalam kepala saya adalah apakah benar ada 3 orang majus? Siapa mereka? Di injil tidak dituliskan dengan pasti jumlah dari orang majus yang mengunjungi bayi Yesus di kandang domba, perkara  sampai ketika kita ditanya ada berapa orang majus? Lalu kita menjawab ada 3 orang majus sebenarnya itu (belum) tentu benar karena hal tersebut hanya didasarkan pada banyaknya persembahan yang dibawa (yang dicatat oleh injil) Emas, kemenyan dan mur lalu apakah itu merujuk pada jumlah orang majus (Baltasar, Melkior dan Kaspar)? Perlu dipikirkan kembali!!

Namun hal di atas bukanlah menjadi dasar dari apa yang mau saya tuliskan. Ketika saya membaca kembali mengenai kelahiran Yesus (Matius 1 : 18- 25, Matius 2 : 1- 12) hal yang penting adalah bukan berapa jumlah mereka (orang majus) tetapi bagaimana sikap hati mereka. Di Matius 2:2 ditulis bahwa “dan bertanya-tanya: dimanakah DIA, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia”. Ketika membaca ayat ini, bersyukur Roh Kudus memberikan pemahaman bagi saya bahwa ada 2 hal penting yang dilakukan oleh orang-orang majus:

  1. Menyembah (hal yang paling penting)
  2. Memberi persembahan.

Sikap hati dari orang-orang majus yang paling penting adalah Menyembah bayi Yesus. Apa itu menyembah? Dalam kamus besar bahasa indonesia menyembah berarti menghormati dengan mengangkat sembah. Sikap menyembah yang dilakukan orang-orang majus sikap menyembah dengan kuasa Roh Allah (Yoh 4:23-24), sikap menyembah yang menghormati Allah sebagai oknum yang tertinggi. Lalu apakah mereka hanya menyembah? Memberi persembahan juga merupakan hal yang penting, sama seperti orang majus yang memberi persembahan yang berharga di hadapan bayi Yesus.

Di Natal tahun ini, marilah kita benar-benar menyembah Yesus, menyembah dengan Roh Allah dan mempersembahkan persembahan yang berharga di hadapan-Nya. Natal bukan menjadi momen dimana kita menjadi egois dengan segala bentuk kado yang kita terima, melainkan dalam kesederahanaan kita menjadi serupa dengan bayi Yesus yang datang dengan sederhana dalam dunia, menjadi seperti orang-orang majus yang datang dengan sikap hati menyembah dalam Roh dan kebenaran. Selamat menyembah Yesus

Voltaire Talo

SELAMAT NATAL 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s