Kenangan tentang seorang Oma

Beberapa hari yang lalu ketika aku berjumpa dengan seorang teman di Facebook dan melihat koleksi foto-fotonya yang lumayan banyak dan mencoba menikmati setiap foto yang teratur rapi dalam album entah kenapa mataku hanya seakan terfokus pada foto temanku dengan omanya. yah melihat foto itu membuat aku rindu akan omaku… Oma yang mengajarkan banyak hal padaku. hmmmmmm….

Terkait dengan kejadian diatas aku kemudian memutar kembali setiap kenangan yang juga sudah tersimpan rapi dalam album di ‘memory ‘ kepalaku. Kenangan apa?? kenangan yang penuh dengan kasih sayang seorang oma yang meskipun daya ingat dan fungsi setiap sel-sel di otak sudah mulai berkurang namun tetap menunjukan kasih. kasih seorang oma terhadap cucunya yang ter-maktub dalam pelukan.

Sama halnya dengan temanku yang sangat menyayangi omanya, aku juga sangat menyayangi omaku.

Oma meskipun sudah tidak terlalu mengingat nama anak-anaknya (hanya beberapa orang saja yang dia ingat),dan sering kali lupa dengan nama orang-orang yang ada disekitarnya (karena sudah tua dan kita tahu bahwa fungsi-fungsi saraf otak juga sudah mulai berkurang) namun tetap menunjukan kasihnya yang menurutku unik, kasih yang diperlihatkan dengan tindakan.

Dengan kondisi yang membatasi oma, tidak membatasi dia untuk bekerja. Oma selalu ada waktu untuk membersihkan halaman rumah, mengangkat daun-daun kering dan mengupas bawang putih. hehehhehehhe.. paling tidak itu adalah cuplikan kasih yang oma tunjukan padaku. kasih yang ditunjukan melalui tindakan.

Oma mungkin tidak bisa lagi mengingat dengan baik, tapi oma adalah seorang oma yang dapat mengingat dengan baik (loch…pie tochhh… kontradiktif sekali..)

yah itulah omaku…oma yang meskipun sudah tua tapi daya ingatnya lebih kuat daripada aku ataupun saudara-saudaraku yang lain… (kontradiktif lagi kan)
paling tidak ada 3 hal penting (selain beberapa pekerjaan yang biasa dilakukannya) yang dapat menggambarkan oma sebagai oma yang memiliki ‘daya ingat’ yang kuat;

1. Oma selalu INGAT TUHAN. hmmmmm… mengucapkan nama Tuhan seakan tidak pernah absen dari bibir tua oma. Ketika kecil aku bersamanya, dia selalu memperkatakan Tuhan dan berdoa serta menyanyi beberapa lagu dari KIDUNG JEMAAT. sikap hati Oma yang selalu ingin berkoneksi dengan SANG KEBENARAN membuatku berpendapat bahwa oma tidak pikun, dia bisa mengingat Tuhan dalam hati dan pikirannya… justru mungkin yang ‘pikun’ adalah kami cucu-cucunya. Saking ingatnya kami dengan hal-hal dunia, kami jadi ‘pikun’ dengan TUHAN justru kami lebih mengingat akan diri kami sendiri.. keadaan yang berbeda justru ditunjukan oma dengan selalu mencari TUHAN.

2. Oma selalu INGAT nama SUAMINYA (Opa). kadang ketika aku berinteraksi dengan oma melalui percakapan atau obrolan yang meskipun gak nyambung justru membuatku kelihatan bodoh. membuatku yang menjadi pikun. ketika interaksi yang juga kemudian menimbulkan pertanyaan dari anak kecil seperti saya kepada oma yang terbalut dalam keceriaan dan kepolosan, aku terkadang iseng untuk menanyakan pertanyaan pada oma seperti “oma, oma pung(punya) suami nama siapa?”. maka dengan cepat dan tepat dia akan menjawab nama suaminya (opa) SAMUEL RATOE OEDJOE. berhenti hanya sampai dengan penyebutan nama saja kah?? tentu tidak, oma akan selalu meberikan penjelasan mengenai siapa suaminya; dia kemudian akan berkata: suami saya orang baik, suami saya ganteng dan taat Tuhan… penjelasan seperti inilah yang membantuku untuk bisa dengan mudah mengetahui siapa opa(aku masih sangat kecil ketika opa meninggal). Dari hal ini kemudian aku belajar bahwa opa begitu special dimata oma. Kasih dan sayang yang diberikan opa, membuat oma mengingat melampaui keterbatasan-ketebatasan fisiologis otak.

3.Oma selalu INGAT lagu BARIS TEMAN DUA-DUA. hehehhehehe… lagu ini selalu oma ajarkan kepada kami cucu-cucunya… aku masih ingat ketika dia menyanyikan lagu dalam kamar dan kemudian aku juga ikut melagukannya, meskipun dengan suara yang ‘sangat bagus’.. hehehe… semua cucu oma pasti tahu lagu ini… terkadang aku dan adik-adikku selalu menggoda oma dengan lagu ini dan kemudian dia pun bernyanyi. Aku tidak tahu ini lagu tahun berapa dan pernah populer di zaman apa, tapi lagu ini mengingatkan aku pada sosok tua yang dalam hidupnya mampu ‘mengingat’ dengan baik daripada cucu atau mungkin juga anak-anaknya. Dan ini adalah syair lagunya (aku juga masih mengingat dengan baik..karena omaku juga sangat ‘ingat’ lagu ini dengan baik ^_^)

BARIS TEMAN DUA-DUA
MUKA TERANGKAT NAIK
TAK BOLEH TUKARKAN TEMPAT
SIKAP SELALU BAIK
INILAH ADA ATURAN YANG WAJIB DITIRU
INDAHKAN SLALU SURUHAN DAN PERINTAH GURU.

“If you tell the truth you don’t have to remember anything” (MARK TWAIN)

thx to : alm. Oma ELISABETH RATOE OEDJOE (i love u Granny)
dan seorang Teman yang mengingatkan ku arti dari seorang oma. ^^

Tulisan ini saya muat di Notes Facebook pada tanggal 22 November 2009 dengan judul “Baris Teman Dua-dua”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s