MENCIPTAKAN PAHLAWAN UTAMA (Suatu refleksi reuni Syuradikara 29 Desember 2010)

Kapela St. Michael - SMAK SYURADIKARA Ende

Sebagai seorang tamatan Syuradikara, saya sangat bangga karena bersekolah di Syuradikara ternyata membawa saya pada perenungan mendalam tentang berbagai hal yang kemudian ikut membentuk persona saya. Saya, teman-teman & ka’e-ka’e (kakak-kakak) angkatan tentunya memiliki berbagai macam pengalaman dan kenangan yang jika dituliskan mungkin akan lebih panjang dari Jalan Kenangan. Dibawah ini adalah refleksi yang saya tulis setelah mengikuti Reuni dan Natal bersama alumni Syuradikara angkatan 1997-2010 di Kupang.

…..Ciptakan Pahlawan Utama

Sepenggal kalimat diatas merupakan potongan lirik lagu Mars St. Michael yang biasa dinyanyikan pada saat misa penyambutan siswa baru dan pada tanggal 29 September, saat memperingati hari ulang tahun sekolah. SMAK Syuradikara sendiri merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas di Nusa Tenggara Timur. Terhitung sudah 57 tahun lembaga pendidikan ini berdiri dan melayani generasi muda NTT melalui pendidikan. Kehadiran SMAK Syuradikara sebagai lembaga pendidikan tentu saja memiliki visi. Salah satu visinya adalah menempa kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual siswa-siswi dengan tujuan untuk menciptakan manusia yang berkarakter sebagai seorang Pahlawan (Hero).

Sekilas visi tersebut terlihat abstrak (bagi saya) karena jika suatu lembaga pendidikan seperti Syuradikara ingin menciptakan seorang Pahlawan, maka yang perlu diketahui adalah definisi dari ‘Pahlawan’ itu sendiri. Apa itu pahlawan? Siapa itu pahlawan? Apa saja karakteristik seorang pahlawan? Dan sebagainya. Untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan diatas, saya sempat membaca kembali suatu tulisan singkat yang ditulis oleh  P. John Dami Mukese, SVD yang berjudul “Anatomi Pahlawan Utama Dalam Cakrawala Menjadi.” Beliau mendefiniskan Pahlawan sebagai orang yang rela mengurbankan dirinya atau nyawanya untuk membela bangsa dan negara (Buku Pahlawan Utama Dalam Cakrawala Menjadi hal.3). Disini saya melihat bahwa pengorbanan diri tentunya merupakan suatu ciri utama yang harus dimiliki oleh seorang Pahlawan. Pengorbanan diri ini bukan saja untuk membela bangsa dan negara tapi lebih jauh dari pada itu adalah untuk membela apa yang dianggap benar atau apa yang diyakini sebagai suatu kebenaran dan seorang pahlawan tidak mencari suatu pembenaran hanya untuk pengakuan diri.

Sosok seorang pahlawan yang mengorbankan dirinya dapat kita lihat pada hidup Yesus. Yesus menjadi gambaran seorang Pahlawan yang mengorbankan diri-Nya. Semangat pengorbanan Yesus untuk umat-Nya bukan lagi suatu hal yang abstrak tapi merupakan suatu tindakan nyata. Tindakan KASIH yang tulus untuk melayani. Bukan saja Yesus, sebagai seorang manusia, Bunda Teresa dari Kalkuta juga dapat dikatakan sebagai seorang Pahlawan, karena memberikan (mengorbankan) hidupnya buat melayani orang-orang miskin tanpa menuntut suatu pengakuan. Kedua orang ini mencapai tahap aktualisasi diri dengan mengorbankan dirinya untuk hidup orang lain.

Namun sebagai seorang manusia, Yesus dan Bunda Teresa tidak memiliki dampak langsung buat kehidupan saya. Saya tidak pernah bertemu langsung dengan sosok manusia Yesus, saya juga tidak pernah melihat dari dekat siapa itu Teresa, sehingga sosok kepahlawan mereka hanya dapat saya baca di kitab suci, dan buku-buku ensiklopedi di perpustakaan. Untuk itu, saya coba memikirkan kembali, siapa pahlawan yang mengorbankan dirinya untuk hidup saya secara langsung? Orang tua? Ya, benar, mereka adalah pahlawan (bagi saya), tapi apakah hanya mereka?

Di titik inilah saya sampai pada suatu pemikiran bahwa ternyata ada Pahlawan – Pahlawan yang pernah mengorbankan hidupnya secara langsung untuk saya. Ya, mereka adalah guru-guru dan rohaniawan yang (pernah/sekarang) mengajar di Syuradikara. Mereka juga merupakan pahlawan yang mengorbankan diri untuk mengajar dan berkomitmen buat hidup anak didiknya, bahkan para karyawan dan ka’e-ka’e yang bekerja di dapur asrama dan komunitas bisa disebut sebagai pahlawan. Mereka tidak kenal lelah dalam melayani lembaga pendidikan Syuradikara.

Pengorbanan diri para guru, rohaniawan dan para karyawan yang saling bekerja sama di lembaga pendidikan Syuradikara ternyata menciptakan sosok para Pahlawan. Kita adalah pahlawan-pahlawan itu. Kita yang diciptakan karena pengorbanan diri mereka. Kita yang pernah menjadi siswa-siswi Syuradikara. Kita para alumni. Yah,..bukankah Pahlawan yang baik selalu menciptakan (baca: membentuk) Pahlawan, layaknya Sathyr ‘menciptakan’ Hercules menjadi pahlawan dalam mitologi Yunani.

29 Desember 2010, hari dimana  para ‘pahlawan’ yang pernah dilahirkan dari rahim Syuradikara ini berkumpul dan saling membagi kenangan, saling mengorbankan diri dan bekerja sama untuk menghormati almamater kuning-putih. Sungguh, ketika saya memasuki gedung, saya melihat para ‘pahlawan’ yang telah dibentuk dalam rahim Syuradikara, yang akan memenuhi panggilan untuk ‘mengorbankan dirinya’ buat suatu tujuan yang mulia. Para kumpulan pahlawan ini baik yang Pria dan Wanita berkumpul untuk kembali menciptakan (baca: membentuk) pahlawan-pahlawan di generasi selanjutnya. Pahlawan-pahlawan yang juga memiliki sikap pengorbanan diri yang tinggi. Pahlawan Utama yang siap mengorbankan diri untuk bangsa, Pahlawan Utama yang siap mengorbankan diri untuk kemajuan NTT, Pahlawan Utama yang siap mengorbankan diri untuk setiap tanggung jawab yang sudah mereka pikul, sebagai seorang Ayah, Ibu, Anak, Mahasiswa, PNS, Karyawan Swasta, Polisi, Pastor, Suster, Pendeta, Dokter, Dosen, Guru dan sebagainya.

LUX EST SCIENTIA

One thought on “MENCIPTAKAN PAHLAWAN UTAMA (Suatu refleksi reuni Syuradikara 29 Desember 2010)

  1. Siapakah kita yang mampu dan mau mengurbankan yang paling berharga yang kita miliki?
    Sungguh kita masih terlalu egois. Salut buat segenap pengajar SMAK Syuradikara dan dimanapun berada di penjuru bumi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s